MANAJEMEN PEMELIHARAAN BROILER DIPESEMBAHKAN UNTUK SISWA SMK PEUREULAK

Diposting oleh Zalhendra Eka Putra, SST, M.Si Senin, 19 Oktober 2009

Arti Penting Manajemen

1. Perkembangan Genetik

- Berat badan yang semakin cepat

- Meningkatnya kerentanan penyakit

2. Perubahan Lingkungan Global

- Temperatur semakin meningkat

- Pencemaran udara meningkat

- Pathogenitas mikrooragisme yang meningkat

3. Efesiensi

- Persaingan bisnis

- Tuntutan konsumen akan kualitas yang optimal

Persiapan kandang

(1) Kandang dalam keadaan bersih

(2) Menyediakan lingkungan yang nyaman untuk ayam

(3) Kandang terbebas dari kontaminasi mikroorganisme pathogen

Tahapan Cuci kandang

1 Keluarkan seluruh peralatan dan rendam dengan desinfektan pada bak khusus

2 Angkat seluruh kotoran dari dalam kandang

3 kerok semua gumpalan kotoran, baik yang ada dilantai, dinding maupun atap

4 Sapu seluruh kandang sampai bersih

5 Untuk kandang yang banyak kutu maupun serangga lain, lakukan lebih dulu pemakaian

insektisida sebelum melakukan pencucian kandang

6 Cuci seluruh kandang dan peralatan dengan air bersih

7 Kemudian lakukan pencucian seluruh kandang dengan air sabun/deterjen

8 Bilas kandang dengan air bersih sekali lagi

9 Desinfeksi seluruh permukaan kandang dan sekeliling dinding kandang dengan menggunakan

desinfektan dan lakukan treatment lantai

10 Diamkan kandang sekitar 1-2 minggu dan pada saat yang sama letakkan racun tikus disekiat

kandang

11 Tutup seluruh kandang sehingga tikus dan burung liar tidak dapat masuk

12. Untuk kandang yang sebelumnya out break istirahat kandang lebih lama dengan

pemberian desinfektan sekali lagi.

BUAT KANDANG SEOLAH BARU

Persiapan chick – in

J Taburkan litter denga ketebalan 5-10 cm

J Pasang seluruh peralatan yang dibutuhkan sebelum DOC datang

J lakukan desinfektan sekali lagi setelah sekam dan peralatan terpasang rapi

J Pembuatan brooding sebaiknya dilatakkan ditengah kandang mengikuti panjang

Kandang

Brooding

J Menyediakan temperatur ideal

J Kecukupan oksigen

J Space serta akses terhadap tempat pakan dan minum sehingga tercapai

pertumbuhan optimal

Ciri DOC Sehat

J Berat 35 – 45 gram

J Bulu kuning mengkilat

J Kulit kuning kemerahan dan berminyak

J Pusar tidak basah dan tidak berwarna kuning

J Pada perut tidak ada warna kehitaman

J Tidak loyo dan bergerak lincah

Agar DOC Tumbuh Otimal

J Sirkulasi udara harus baik

J Cukup minum

J Cukup makan

J Suhu sesuai

J Tidak padat

J Cahaya harus cukup

J Vaksinasi tepat

Kondisi Brooding Yang Ideal

J Ayam harus dalam keadaan yang nyaman, tidak kepanasan atau kedinginan. Atur

pemanas sesuai dengan kebutuhan ayam

J Tempat pakan dan minum harus selalu terisi dalam kondisi bersih, dengan ratio

sesuai umur ayam

J Jaga kecukupan oksigen dengan mengatur ventilasi tirai dan pelebaran

J Jumlah pemanas :

- Konvesional : 1 pemanas untuk 500 ekor

- Infrared : 1 pemanas untuk 1000 ekor

- Suhu pemanas dapat diturunkan sekitar 2o c setiap 4 hari

- Pada umur 14 – 21 hari dimana kandang telah dipakai penuh, suhu kandang telah dipakai penuh, suhu kandang harus dipertahankan dalam kondisi ideal untuk ayam

Chick In

J Nyalakan pemanas minimal 4 jam sebelum DOC datang

J Siapkan air minum dan pakan dalam brooder sebelum ayam datang

J Keluarkan DOC dari box dan tempatkan kedalam brooder secara merata

J Lakukan perhitungan dan penimbangan berat DOC secara sample

J Hindari aktivitas yang dapat menimbulkan keributan didalam kandang hal tersebut

untuk memberikan kenyamanan dan waktu bagi DOC untuk mengenali tempat

pakan dan minum

J Untuk kandang yang lingkungan relative ribut bisa digunakan musik dalam proses

pemeliharaan

NYAMAN, HANGAT DAN MERATA

Kedinginan

Yang terlihat

J pada umur 1 hari ditandai oleh tingkat kematian yang tinggi, strees, dehidrasi,

pertumbuhan terlambat, keseragaman jelek dan adanya ascites

J Ayam bergerambol dibawah pemanas, dipinggiran penyekat atau pada tempat

pakan

J Isi saluran cerna encer dan bergas juga terjadi wet dropping

Yang terjadi

J Ayam akan meningkatkan suhu tubuhnya, hal tersebut mudah dilakukan ayam

dengan cara mengkonsumsi pakan secara terus menerus sehingga energi pakan

tersebut dirubah untuk meningkatkan suhu tubuh. Energi pakan tersebut lebih

banyak dipakai untuk maintance dibanding pertumbuhan yang pada akhirnya akan

merusak performance

J Penyerapan protein yang merupakan komponen terbesar dalam tubuh mengalami

kerusakan karena ayan stress

J Akibat kontraksi saluran kuning telur yang disebabkan oleh keadaan dingin

Kepanasan

Yang terlihat

J Stress, planting, ribut, dan kepala berusaha dijulurkan keluar

J Mencari tempat lebih dingin terutama dipinggiran dinding

J Konsumsi pakan menurun sehingga pertumbuhan terhambat dan keseragaman

tidak baik

J Terlihat adanya perubahan warna menjadi merah kehitaman pada otot dada, pial,

jengger dan paha

J Sering terjadi kematian tinggi akibat stress panas

J Kuning telur tidak terserap karena mengering

J Jika kondisi berat akan terjadi kegagalan

Yang terjadi

J Adanya upaya tubuh membuang panas dengan cara meningkatkan sirkulasi darah

kedaerah paha, sayap, pial dan jengger sehingga panas keluar dari sana secara

evaporasi dan pada saat yang bersamaan terjadi planting untuk mengeluarkan

panas tubuh melalui pernafasan dan konsumsi pakan akan menurun karena akan

menambah panas melalui mekanisme metabolisme

J Mobilisasi air yang berlebihan dari tubuh sebagai uapaya untuk mendinginkan suhu

tubuh

J Jantung bekerja terlalu berat

Periode Pertumbuhan umur 14 sampai panen

J Ventilasi kandang

J Manajemen pakan dan minum

J Pencampaian BW, FCR

J Status kesehatan

Ventilasi dan Suhu Kandang

J Untuk iklim Indonesia yang selalu menjadi masalah adalah panas dan kelembaban

yang tinggi

J Dibeberapa wilayah di Indonesia, kelembaban bisa mencapai lebih dari 90 %

padahal untuk mencapai pertumbuhan optimal kelembaban anatara 60 -70 %

J Suhu minimum untuk pertumbuhan berkisar anatara 18 – 20o c dan suhu ideal

berkisar antara 22 – 25o c namun di Indonesia perlu perhatian masalah ini

dimasing–masing wilayah

J Jika temperatur melebihi batas maksimum maka akan berisiko terjadinya kasus heat

stress

J Lakukan pengaturan tirai secara cermat untuk menjaga kelancaran alur udara dan

terjaganya suhu yang ideal

J Jika memakai system postal litter harus selalu terawat supaya kadar amonia tidak

Tinggi

Mengurangi Efek Panas

J Kurangi kepadatan

J Atap kandang sebaiknya terbuat dari bahan yang dapat menahan panas matahari

J Bisa diberikan pendingin atap dengan membuat hujan buatan

J Pemberian isolator panas dibawah atap

J Kandang disarnkan panggung dengan ketinggian minimal 1,5 m

J Lebar kandang antara 7 -8 m

J Beri pakan pada waktu suhu dingin

J Sediakan air minum dalam jumlah yang cukup

J Hindari faktor yang menyebabkan stress

J Tambahkan vitamin C untuk mengurangi stress

J Disarankan menggunakan kipas untuk membantu pergerakan udara dan

menurunkan temperatur yang terlalu panas

Manajemen Air Minum

J Bersih dan cukup

J Mudah dijangkau dan bebas kontaminasi Mikroorganisme pathogen

J Memiliki PH dan kandungan mineral yang standar

Air Minum

J Harus bersih dan selalu tersedia

J Tempat minum sesuai standar ( Manual 1 : Tempat minum sesuai standar ( Manual

1 :30, otomatis 1 : 70)

J Ketinggian tempat minum adalah setinggi tembolok ayam

J Amati konsumsi air minum, apakah konsumsi minum sesuai dengan kebutuhan

standar

J Anati selalu sumber asal air apakah terjadi penurunan kualitas air atau debit air

J Lakukan clorinasi rutin 1-3 Ppm, kecuali saat pengobatan dan vaksinasi

J PH standar 6,5 – 7,5

Ket : PH terlalu basa bisa ditambah dengan asam cuka

PH terlalu asam bisa ditambah dengan soda kue

Manajemen Pakan

J Feed intake tercapai

J Pertumbuhan maksimum

J Keseragaman

J FCR

Pemberian Pakan

J Perhatikan jumlah, tempat pakan ini penting untuk pertumbuhan dan keseragaman

J Lakukan secara rutin pengayakan untuk membuang sekam yang tercampur pada

tempat pakan

J Perhatikan tinggi pakan, patokan tinggi tempat pakan sejajar dengan punggung ayan

J Jika suhu lingkungan terlalu panas usahakan pemberian pakan pada waktu suhu

rendah (pagi dan sore). Hindari pemberian pakan pada puncak panas

J lakukan pengecekan setiap hari apakah feed intake bisa tercapai atau tidak

J Amati pertambahan BW untuk memantau apakah FCR sudah sesuai dengan standar

atau belum dan mengevaluasi faktor-faktor lainnya

J Pemberian pakan yang umum dipakai adalah 4-6 kali saat periode brooding dan 2-3

kali umur 2 minggu samapai panen

Manajemen Litter

J Beban liiter

J Bahan litter

J Kondisi litter

Manajemen Litter

J Rata-rata broiler buang kotoran 100 gram/hari

J Kandungan feces

- Sebagian feed

- Sebagian micosa usus

- Beberapa mikroorganisme

J Didalam 1 gram feces terdapat ± 1 juta E Colli

1 E Colli dalam 10 menit dengan suhu 85o C bisa menjadi 1 dengan no 18

J Feces mengandung 50 -60 % air

J Debu yang dihasilkan tubuh ayam adalah 2,5 mg – 90 mg/jam dan ini mengandung

bakteri yang ukurannya 10µ - 5µ dan ini bila tercampur dengan amonia akan

menyebabakan filia-filia mucosa rusak sehingga risensi tubuh bisa melemah

Fungsi Litter

J Mengisolasi kondisi dingin pada permukaan lantai denga tubuh ayam

J Mengisolasi suhu yang terlalu panas dari luar

J Untuk ayam kecil, penting untuk menciptakan kondisi bermnain yang nayman dan

hangat

J Menyerap kandungan air yang berasal dari feces, tumpahan air minum dan

kelembaban udara yang tinggi

Kesehatan Ayam

J Biosecurity

J Vaksinasi

J Medikasi

J Faktor Stress

J Monitoring

Penangkapan Ayam

J Diperlukan waktu minimal 4 jam untuk pengosongan pakan atau menaikan tempat

pakan, agar tembolok tidak terisi terlalu banyak, tujuannya

- Untuk nmenghindari pecahnya isi tembolok di RPA untuk meminimalisasi kontaminasi

- Untuk menghindari komplain dari pelanggan

J Air minum tersedia cukup sampai penangkapan dimulai

Beri penyekat pada ayam ayang akan ditangkap untuk mengurangi stress ayan

tersisa

J lakukan penangkapan secara hati-hati

Manajemen Manusia

Gunakan segenap indera

Manajemen Manusia

J Kita haruys mencoba untuk menentukan manajemen broiler sesuai dengan kondisi

situasi lapangan

J Kita harus mengerti bahasa ayam (kapan lapar, haus, dingin, panas dan lain-lain)

J Kita harus menggunakan rasa

J Kita harus membedakan setiap perlakuan

J Kita harus bisa membedakan perbedaan manjemen dengan melihat situasi dan

kondisi iklim stempat (panas, dingin, angin, kelembaban)

J Kita harus menjadi nahkoda yang baik dalam menaikan atau menurunkan tirai

J Tingkatkan kualitas man power

Tips Kontrol Farm (5 M)

J Menanyakan

J Mendengar

J Melihat

J Merasakan

J Mencium

Performance MA NA U A P I KE

J Manajemen

J Manusia

J Udara

J Air

J Pakan

J Iklim

J Kesehatan

0 komentar

Posting Komentar

Followers

Video Post